Senin, 04 November 2013

Memahami Etika dalam Pergaulan

Etika berasal dari bahasa Yunani kuno Ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti: tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan, adat akhlak, watak, perasaan, sikap cara berpikir. Dalam bentuk jamak “ta etha” artinya adalah adat kebiasaan. Arti inilah yang melatar belakangi terbentuknya istilah “etika” oleh Aristoteles (384-322 sM): ilmu tentang adat kebiasaan, apa yang biasa dilakukan.

Etika mempunyai pengertian yang cukup dekat dengan moral. Moral dari bahasa latin mos jamaknya mores berarti kebiasaan, adat. Dalam kamus bahasa Indonesia pertama kali tahun 1988 kata mores dipakai dalam arti yang sama yakni adat kebiasaan. Jadi kata moral dan etika keduanya berasal dari kata yang berarti adat kebiasaan. Setelah mempelajari asal-usulnya, sekarang kita menyimak artinya. Kata etika ada perbedaan yang mencolok, jika membandingkan dengan kamus bahasa Indonesia lama (Poerwadarminta, 1953) dan baru (1988). Perbedaan itu ialah etika dijelaskan sebagai ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral), sedangkan dalam kamus baru etika dijelaskan dengan membedakan 3 hal: Ilmu tentang apa yang baik dan buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Kumpulan asas atau nilai yang berhubungan dengan akhlak. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Definisi etika tersebut di ataslah yang digunakan untuk menjelaskan pel bagi kata yang mengikutinya seperti: etika bisnis, etika kedokteran, etika pergaulan. Lebih jauh dari pengertian etika di atas, ada istilah lain yang sering dicampur-campurkan  begitu saja dengan kata etika yaitu etiket. Arti kata etika berbeda sekali dengan etiket. Etika di sini berarti moral dan etiket berarti sopan-santun. Etiket menyangkut cara suatu perbuatan yang harus dilakukan manusia sebagai nilai umum yang diakui dan diterima. contohnya jika saya menyerahkan sesuatu kepada Guru atau orang yang saya hormati, saya harus menyerahkannya dengan tangan kanan.

1.   Etika pergaulan adalah sopan santun atau tata krama dalam pergaulan yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang berlaku baik norma agama, kesopanan, adat, hukum dan lain-lain.

2.   Cara yang baik bersikap dalam pergaulan adalah bagaimana seseorang tersebut mengutamakan perilaku yang sopan santun saat berhubungannya dengan setiap orang.

3.   Dunia pergaulan banyak jenisnya. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor, yaitu faktor umur, pekerjaan, keterikatan, lingkungan dan sebagainya.

4.   Dampak positif dari pergaulan adalah Mampu membentuk kepribadian yang baik yang bisa diterima di berbagai lapisan sehingga bisa tumbuh dan berkembang menjadi sosok individu yang pantas diteladani.

5.   Dampak negatif dari pergaulan adalah tumbuh menjadi sosok individu dengan kepribadian yang menyimpang.

Berbagai masalah tentang permasalahan pergaulan remaja pada masa ini, terutama di negara kita Indonesia, yang dikenal dengan baik budaya ketimuran kita yang terkenal mengerti akan sopan santun juga marak terjadi.

Semua permasalahan itu contohnya :

Narkoba- Penyakit HIV/AIDS- Hamil di luar nikah - Mencuri

Clubing - Perkataan yang Buruk dan Jorok - Tawuran dan Perkelahian

Merokok - Bolos Sekolah -  Meniru Budaya Barat, dsb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar