Kamis, 07 November 2013

Pergaulan Remaja, Sehat dan Tidak Sehat


Pergaulan Remaja, Sehat dan Tidak Sehat

Manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk sosial. hal ini berarti manusia tidak dapat hidup sendiri, ia harus bergaul dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar,orang-orang terdekat, adil, kakak, saudara, tetangga dan teman-teman mereka di sekolah. Karena manusia telah ditaqdirkan sebagi makhluk sosial, maka bergaul/bersoaislisai menjadi wajib hukumnya, namun wajib disini tentu memeiliki arti berbeda dengan wajibnya dalam fiqih Islam.

Namun dalam pergaulan, manusia atau dalam hal ini remaja, harus berhati-hati, mereka harus mengetahui dan mengerti serta memahami karakter dari lingkungan yang mereka akan menjadi bagian di dalamnya. Salah satu modal utama patokan atau standarnya baik/sehat dan buruk/tidak sehatnya pergaulan yang utama adalah sisi agama. Agama menjadi standar utama disamping sebagai tambahan seperti budaya masyarakat sekitar.

Agama memiliki standar sehat atau tidaknya sebuah pergaulan sebagai batasan. Pada intinya, ketika agama memberikan batasan terhadap sisi-sisi pergaulan, tentu agama mempunyai alasan atau tujuan. Dan yang menjadi inti dari tujuan pembatasan tersebut adalah untuk menjaga/membentengi setiap individu agar tidak termasuk  kedalam pergaulan yang akan merugikan diri sendiri, keluarga, orang lain dan lingkungan. Sehingga karena mereka terlindungi, maka remaja tersebut dapat menjalani kehidupan dengan baik serta dapat meraih prestasi dalam kehidupan dan menggapai cita-cita yang diinginkannya.

Setiap individu yang menjadikan ajaran Islam sebagai standar penilaian sehat atau tidaknya sebuah pergaulan, sebagaimana telah disebut di atas untuk membentengi dari pergaulan yang kebablasan yaitu pergaulan bebas. pergaulan yang menghilangkan batas-batas dan aturan yang berlaku di masyarakat. Pergaulan yang meniadakan batas atau pergaulan bebas ini dibawa dari negeri bebas atas nama hak individu atau hak asasi manusia.

Pergaulan tanpa batas dalam realitasnya tidak pernah melindungi sipelaku bahkan orang yang ada di sekitarnya. Pergaulan seperti itu justru mengganggu hak asasi orang lain dan merusak kenyamanan lingkungan dan ini sudah terbukti dalam dunia nyata. Kebebasan dimaknai sebagai hak individu untuk melakukan apapun, sehingga para pelaku pergaulan bebas menyebarkan virus-virus kehidupan yang sangat tidak sehat seperti, seks bebas, narkoba, homo seskual dan lesbian yang mereka larang dan perilaku-perilaku lain yang jelas sekali dampak merusaknya pada sendi-sendi kehidupan pribadi dan sosial.

Remaja sebagai generasi bangsa perlu menjaga, membentengi, melindungii dirinya. tentu meraka butuh dukungan orang-orang atau institusi di luar dirinya. Misalnya pemerintah, keluarga dan masyarakat. Pemerintah, melalui departemen pendidikan di sekolah harus menjalin kerjasama dengan orang tua sebagai lingkungan pertama remaja. Pemerintah harus bekerja keras membangun lingkungan pendidikan yang menyadarkan sedangkan keluarga menyokong program sekolah dengan menciptakan lingkungan yang baik untuk anak-anaknya. Masyarakat sekitar harus mengetahui bahwa mereka memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun lingkungan yang sehat bagi kehidupan remaja.

Jika ketiga institusi ini mampu bekerjasama dengan baik serta memahami akan tugas, fungsi dan perannya masing-masing, maka generasi yang sehat dan berkualitas akan tumbuh melesat di negeri ini, sehingga dampaknya tentu kembali pada keberadaan negara ini di mata dunia.


pergaulan sehat remaja ada beberapa cara. Diantaranya adalah :
1.) Adanya kesadaran beragama bagi remaja
    Bagi anak remaja sangat diperlukan adanya pemahaman, pendalaman, serta ketaatan terhadap ajaran-ajaran agama. Dalam keadaan sehari-hari menunjukkan, bahwa anak-anak remaja yang melakukan kejahatan sebagian besar kurang memahami norma-norma agama. Oleh karena itu, kita harus memiliki kesadaran beragama agar tidak termasuk kedalam pergaulan yang tidak sehat. 
2.) Memiliki rasa setia kawan
    Agar dapat terjalin hubungan sosial remaja yang baik, peranan rasa setia kawan sangat dibutuhkan. Sebab kesadaran inilah yang dapat membuat kehidupan remaja bermasyarakat menjadi tentram. 
3.) Memilih teman 
    Artinya dari memilih teman adalah untuk mengantisipasi agar kita tidak terpengaruh dengan sifat yang tidak        baik/sehat. Walaupun begitu, tapi teman yang pegaulannya buruk tidak harus kita asingkan. Melainkan kita tetap berteman dengannya tapi harus menjaga jarak. Jangan terlalu dekat dengan dia. 
4.) Mengisi waktu dengan kegiatan yang positif
    Bagi mereka yang mengisi waktu luangnya dengan bacaan yang buruk (misalnya novel/komik seks), maka hal itu akan berbahaya, dan dapat menghalang mereka untuk berbuat baik. Maka dari itu, jika ada waktu luang kita harus mengisinya dengan hal-hal yang positif. Misalnya menulis cerpen, menggambar, atau lainnya.
5.) Antara laki-laki dan perempuan memiliki batasan-batasan tertentu
    Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya remaja harus menjaga jarak dengan lawan jenisnya. Misalnya, jangan duduk terlalu berdekatan karena dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
6.) Menstabilkan emosi
    Jika memiliki masalah, kita tidak boleh emosi. Harus sabar dengan cara menenangkan diri. Harus menyelesaikan masalah dengan komunikasi, bukan amarah/emosi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar