Penyebab Perselingkuhan pada remaja
PERSELINGKUHAN terjadi karena berbagai alasan. Bagi si pelaku, hal itu didasari oleh beberapa hal yang bersifat kekanakan dan tidak bisa menjaga komitmen. Bagi korban, ini tentu sangat menyakitkan :( . ( jadi ingat masa smp saya...:D)
1. Bosan (boring)
faktor bosan bisa dirasakan oleh semua orang. Bosan karena setiap hari berhubungan romantis baik secara langsung maupun tidak langsung/maya dengan orang yang sama. rasa Keinginan untuk berpaling pun mulai terbuka ditambah ketidakmampuan seseorang untuk membuat hubungan menjadi lebih segar (sedapp).
Rasa bosan tercipta karena tidak ada cinta dan rasa sayang. Perasaan cinta yang luntur membuat kamu menganggap pacar kamu sejenis tas yang kamu pakai setiap harinya.
2. Tergoda
Godaan kerap sering terjadi jika seseorang berhubungan dengan orang lain di lingkungannya. Rasa peduli pun diam-diam muncul dan kemudian berubah menjadi perasaan sayang, suka, dan perasaan ingin memiliki pun muncul. faktanya kita akan tertarik pertama kali pada seseorang yang menarik secara fisik. hal ini bisa terjadi karena kecocokan dalam berkomunikasi. Namun perselingkuhan hanya dilakukan oleh orang-orang yang mudah tergoda ( cemen ).
3. Ingin Mencari yang Terbaik
Apa yang belum di dapat atau tidak kita dapatkan, belum berarti yang terbaik untuk kita. Kita sudah memilik pacar, sudah barang pasti kita menerima satu paket utuh dari seseorang yang sudah kita pilih. Jadi adalah naif jika seseorang terus mencari yang terbaik sementara dia terikat komitmen. Sebab seseorang yang seperti ini dia akan terus menerus mencari seseorang yang belum pernah ada . Mungkin dia harus kawin sama dirinya sendiri :D.
4. Salah Pasangan
Pelaku selingkuh biasanya mengambil alibi ini untuk melegalkan aksi perselingkuhannya. Misalnya bagi yang sudah kawin atau sudah berbini bersuami atau beranak, perselingkuhan satu malam akan menjadi legal karena pasangan dianggap kurang hot di ranjang wooooww. Bisa pula terjadi karena kepribadian pasangan dianggap sudah tidak bikin nyaman. Padahal pasangan yang baik adalah pasangan yang bisa memperbaiki dirimu, bukan malah membiarkan karakter merugikan menumpuk menjadi bagian dari dirimu yang tak bisa diubah.
5. Iseng
Perselingkuhan kerap terjadi karena aksi main kucing-kucingan yang menyenangkan bagi si pelaku. Dan dia mungkin berpikir ‘alah pacar ku manatau, jadi enggak apa-apa lah, sekali-sekali kok?’. peselingkuh semacam ini biasanya terjadi bagi kalangan yang menghalalkan free seks. Baik yang sudah berumah tangga maupun yang masih berpacaran. Dan mereka mengibaratkan diri mereka sebagai botol. Botol akan selalu milik pasangan tetap, tapi airnya kan bisa kemana-mana. Betapa kotor.
6. Dendam
Bagi sebagian orang, melakukan hal yang sama yang dilakukan pasangan peselingkuh, adalah cara baik dalam menuntaskan masalah. Merasa tidak mau kalah dengan si kawan, sang korban melakukan perselingkuhan juga. Ini juga kerap terjadi di berbagai kalangan. Ketika ego merasuk kepada korban maupun pelaku, sehingga sang korban biasanya akan berkata ‘kalo kau bisa, kenapa aku enggak?’. Dan faktanya kalimat itu berisi permohonan berupa ‘aku mohon kembali lah sama aku. kamu enggak rela kan, aku jadi milik orang lain?’.
7. Menjukkan Superioritas
Hal ini lebih sering berlaku pada anak ABG. Biasanya terjadi pada anak-anak pelajar SMP, SMA, atau mahasiswa tingkat awal. Ketika mereka punya banyak ‘gang’ dalam hal pacar berpacaran. Biasanya pelakunya ini lelaki, karena ada kepuasan tersendiri ketika memiliki banyak pasangan. Yaitu perasaan dibutuhkan dan disayangi lebih banyak orang. Namun ‘hari gene’ para perempuan pun melakukannya demi sebuah pengakuan, seperti ‘kalau banyak yang mau jadi pacar aku, berarti aku caem dong.?’
8. Hubungan secara tidak langsung
Paling tidak dalam hubungan berpasangan seminggu sekali harus ada yang namanya nge-date atau jalan-jalan di hari minggu. Berbeda halnya dengan pasangan yang terkendala tempat. Ketika hubungan mengandalkan kontak SMS/chating atau telepon. Bagi salah satu pasangan yang kurang berkomitmen, kemungkinan berselingkuh akan lebih mungkin dilakukan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar