cara Memahami Pasangan
Perhatikanlah pasangan kamu saat ini, dan tanyakan kepada diri kamu sendiri, “Sudahkah kamu memahami dan mengerti kondisi dirinya hari ini?”
“Tahukah kamu apa yang sedang diinginkannya pada hari ini?”
“Tahukah kamu, apa yang sedang dipikirkannya saat ini?”
“Tahukah kamu apa yang mengganjal di hatinya?”
Dalam kehidupan berpasangan, sering ditemukan ketidakharmonisan antara kamu dan si dia. Masing-masing merasa tidak dipahami oleh pasangan. kamu menganggap si dia terlalu egois, hanya mementingkan urusan-urusan dirinya sendiri, tanpa peduli kondisi dan keinginan si dia. Sebaliknya, si dia menganggap kamu sangat mementingkan diri sendiri dan tidak peduli dengan harapan si dia. dua insan saling menuntut dan dapat dipahami oleh pasangan.
si dia merasa sangat sibuk dengan urusan pribadinya.
Sementara kamu merasa perlu di perhatikan.
Jika kamu merasa pasangan kamu tidak memahami kamu, tanyakanlah kepada diri kamu sendiri apakah kamu sudah berusaha sebisa mungkin untuk memahami si dia? Jangan menuntut pasangan kamu untuk memahami kamu, kalau kamu sendiri tidak mau memahami dia. caranya di sini: kamu harus menjadi orang pertama kali yang bisa memahami pasangan kamu. Jika ini yang sedang terjadi, kedua belah pihak akan saling mengerti dan memahami.
Jika kedua belah pihak menuntut untuk dipahami oleh pasangannya, maka yang akan terjadi tak ada satupun dari keduanya yang bisa saling memahami pasangan. Yang akan terjadi hanyalah suasana ketegangan karena pasangan masing-masing saling menuntut hak untuk dipahami. pernyataan berikut merupakan contoh tuntutan yang tidak efektif, apabila diungkapkan oleh kedua belah pihak:
“Engkau sangatlah egois, tidak pernah bisa memahami diriku. Engkau hanya peduli dengan urusanmu sendiri”.
“Cobalah engkau belajar untuk memahami diriku, jangan aku yang harus selalu memahamimu”
“Mengapa engkau tidak mau mengerti kondisi diriku saat ini? Bukankah aku selalu memahami akan kondisimu saat ini?”
Jika kamu atau si dia menuntut hal yang sama seperti teks di atas, maka faktanya mereka berdua tidak akan pernah saling mengerti pasangannya. Kedua belah pihak menuntut untuk bisa dimengerti, bukan berusaha memahami. Ujung-ujungnya hanyalah pertengkaran yang terjadi dan perasaan tidak dipahami oleh pasangan kita.
Menjadi air disaat si dia menjadi api
“Terimalah aku dengan apa adanya”, ungkap seorang pasangan kita. Kalimat tersebut benar, namun bisa digunakan secara tidak benar.akan Menjadi benar apabila dimaksudkan oleh seorang pasangan harus saling menerima kelebihan dan kekurangan pasangan kita, tidak menuntut hal yang berlebihan dan di luar kemampuan pasangan. akan Menjadi tidak benar apabila dimaksudkan untuk menyatakan ketidakmauan untuk berubah.
“Aku memang seperti ini. dan Tidak akan bisa berubah. Terserah kamu harus berkata apa”.
Itu kalimat yang salah (x). Semua dari kita bisa berubah, karena sifat manusia yang sangat lunak dan bisa dibentuk. Maka keinginan untuk saling dipahami harus bermula dari melelehkan kebekuan diri, jangan takut untuk memulai, jangan takut untuk membuka diri dan berubah menyesuaikan dengan keinginan pasangan.
besi yang kelihatan kokoh dan padat, ternyata bisa melelh oleh panas. Es yang sangat keras membeku, ternyata mudah cair oleh suhu udara. Yang sangat diburuhkan adalah usaha dan energi, yaitu energi untuk memahami, energi untuk bisa mengerti, energi untuk berubah menyesuaikan keinginan dan harapan pasangan. Jika energi itu dikeluarkan dengan kesungguhan, maka akan sangat mudah belajar memahami dan mendalami relung-relung hati dan perasaan pasangan.
Yang sulit hanyalah awalnya saja. Setelah usaha dicurahkan untuk memahami pasangan, maka kebekuan pun mencair, meleleh menjadi bentuk yang sangat lunak. Tidak perlu ada kesombongan pada diri yang menutup untuk memulai hal baru. Tidak perlu memenangkan ego yang mengajak untuk selalu bertahan dan tidak mau mengalah.
Berusahalah untuk selalu memahami pasangan, setiap saat Dengan cara itu, anda akan mendapatkan cintanya yang sangat luar biasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar