Rabu, 15 Mei 2013

Coklat Dan Jerawat Bagi remaja didunia Remaja


Jerawat timbul karena kelenjar sebaseus yang terlalu aktif. Campuran kelenjar sebaseus, keratin, dan sel-sel mati menyumbat mulut kelenjar sehingga membengkak. Terkadang kondisi jerawat memburuk. Dalam kasus jerawat yang lebih rumit, bakteri menyerang dan menginfeksi kelenjar yang menggembung. Lebih parah lagi, isi kelenjar yang bengkak tadi dapat keluar dan memasuki jaringan sekelilingnya, menyebabkan radang dan kista.

Mengapa orang mencoba mengaitkan cokelat dan jerawat? Jawabannya adalah, baik cokelat maupun sebum kaya akan lemak. Orang beranggapan bahwa jika Anda makan banyak cokelat, tubuh Anda kemudian akan mencoba membuang lemak dalam cokelat dengan menyemprotkannya keluar kelenjar sebaseus. Menurut teori ini, artinya kelenjar sebaseus yang terlalu penuh kemudian akan tersumbat dan akan menyebabkan jerawat.

Meskipun tidak ada bukti apapun tentang teori ini, buku-buku dermatologi pada tahun 1950 menegaskan bahwa cokelat menyebabkan jerawat. Dari tahun 1960-an hingga 1980-an, para ahli kulit membuktikan kaitan antara makan cokelat dan timbulnya jerawat.

Beberapa penelitian yang cerdas melacak beberapa lemak dalam cokelat dengan menggunakan radiasi yang sangat rendah, untuk melihat di mana lemak tersebut berakhir. Namun, hampir tidak ada lemak dalam cokelat yang dilacak tersebut muncul di dalam sebum. Hal ini membuktikan tidak adanya kaitan molekuler antara cokelat dan jerawat.

Jadi jika Anda selama ini berpikir makanan berminyak dapat menimbulkan jerawat, Anda salah. Untuk memberikan pengetahuan yang lebih banyak tentang makanan yang berpengaruh dan tidak berpengaruh pada jerawat, simak mitos-mitos berikut ini

Makanan Berminyak Tidak Menyebabkan Jerawat
Kentang goreng dan keripik tidak berkontribusi pada timbulnya jerawat. Namun menurut mitos yang Anda dengar selama ini makanan berlemak pasti menyebabkan jerawat karena mengandung minyak.

Memang benar jika sebum–minyak alami– kulit dapat menyebabkan jerawat. Tapi, minyak dalam makanan sama sekali tidak terkait dengan sebum pada kulit. Kulit berminyak bisa desebabkan karena faktor genetik dan hormonal. Misalnya pada masa kehamilan, masa sebelum datang bulan atau pada masa puber.

Karbohidrat Bisa Menyebabkan Jerawat
Beberapa studi menyatakan bahwa karbohidrat dapat meningkatkan insulin dalam darah. Peningkatan insulin ini dapat mengganggu fungsi hormon sehingga menyebabkan jerawat. Dr Alan Shalita dari SUNY Downstate Medical Center di New York mengatakan, “Saya akan menyuruh pasien yang berjerawat untuk mengurangi asupan karbohidrat.”

Cokelat Tidak Menyebabkan Jerawat
Selama ini yang banyak orang ketahui makan cokelat dapat menyababkan jerawat, padahal mitos tersebut salah. Diana McShane, seorang dokter kulit di Duke University, Amerika juga setuju jika cokelat tidak memiliki pengaruh dengan timbulnya jerawat.

“Cokelat disebut berperan dalam timbulnya jerawat selama beberapa dekade tanpa ada data yang meyakinkan,” ujar McShane.

Beberapa studi tidak menemukan hubungan antara cokelat dan jerawat, tapi belum ada satupun data yang dibukukan. Walau begitu, sebagian besar profesional medis setuju jika cokelat penyebab jerawat hanyalah mitos yang salah.

Produk Olahan Susu Bisa Timbulkan Jerawat
Studi kesehatan yang dilakukan oleh Harvard University menemukan, remaja yang sering minum susu cenderung memiliki jerawat lebih banyak dibanding mereka yang mengonsumsi susu lebih sedikit. Dokter menyatakan, susu dapat menganggu fungsi hormon. Kemungkinan lain adalah gula dalam susu dapat meningkatkan kadar insulin yang sama efeknya dengan makan karbohidrat. Produk olahan susu antara lain keju dan yoghurt




Tidak ada komentar:

Posting Komentar