Babak kualifikasi perebutan Piala Thomas dan Uber zona Asia yang berlangsung di Macau mulai hari ini hingga 19 Februari disebutkan sebagai kejuaraan beregu Asia yang memiliki poin dan akan diperhitungkan untuk meraih tiket ke Olimpiade London bulan Agustus mendatang.
Di nomor ganda putra peluang Indonesia meloloskan dua wakilnya pada sisa waktu perburuan poin hingga tanggal 3 Mei 2012 masih terbuka. Peringkat terbaik ganda putra Indonesia saat ini dipegang pasangan Mohammad Ahsan/ Bona Septano berada di peringkat 7 dunia, sementara pasangan Alvent Yulianto Chandra/ Hendra Aprida Gunawan dan Markis Kido/ Hendra Setiawan berada di peringkat 9 dan 10.
‘’Semoga aja bisa masuk delapan besar,’’ ungkap Kido kepada Bulutangkis.com saat obrol-obrol dalam acara melepas Tim Thomas Uber Indonesia menuju Macau di Pelatnas Cipayung, pekan lalu (Rabu, 8 Februari 2012).
Sesuai aturan BWF bahwa untuk nomor ganda tiap negara yang berhak meraih dua tiket untuk dua wakilnya (dua pasang) jika kedua pasangan berada di peringkat 1-8, jika tidak hanya satu yang meraih tiket ke olimpiade.
‘’Asal Alvent/Hendra gak berada di peringkat tujuh,’’ tambah Kido dengan tertawa.
Persaingan merebut tiket Olimpiade London di ganda putra masih cukup ketat untuk ketiga pasangan di atas. Pasangan yang paling siap secara mental dan phisiklah yang dipastikan akan lolos. Siapa pun yang lolos nantinya tentunya kita berharap jatah dua tiket menuju Olimpiade London bisa diraih untuk menjaga tradisi emas bulutangkis di olimpiade.
Peringkat ganda campuran sepertinya peluang terbesar hanya dimiliki pasangan Tantowi Ahmad/ Liliyana Natsir, juara Singapore Open Super Series 2011 yang kini berada di peringkat 4 dunia.
Pada obrol-obrol di acara yang sama, Liliyana menjelaskan berupaya agar tetap berada di empat besar. ‘’Kalau tetap di empat besar kita terhindar lebih awal ketemu unggulan atas lainnya,’’ jelas Liliyana.
Peringkat terbaik kedua ganda campuran Indonesia dipegang pasangan Muhammad Rijal/ Debby Susanto yang berada di peringkat 16 dunia. Mampukah Rijal/Debby menembus delapan besar dunia hingga tanggal 3 Mei mendatang? Semoga ini menjadi motivasi tersendiri bagi pasangan ini untuk menampilkan permainan terbaiknya tidak hanya sebatas pemain papan tengah. (fk)
Top 100 Peringkat Atlit Indonesia 9 Februari 2012
Tunggal Putra :
10. (10) Simon Santoso
12. (12) Taufik Hidayat
17. (17) Tommy Sugiarto
25. (25) Dionysius Hayom Rumbaka
30. (30) Alamsyah Yunus
57. (57) Andre Kurniawan Tedjono
68. (66) Sony Dwi Kuncoro
Tunggal Putri :
35. (35) Adriyanti Firdasari
42. (41) Aprillia Yuswandari
44. (43) Maria Febe Kusumastuti
47. (47) Lindaweni Fanetri
63. (63) Fransiska Ratnasari
76. (75) Hera Desi
83. (82) Bellaetrix Manuputty
Ganda Putra:
7. (7) Mohammad Ahsan/Bona Septano
9. (9) Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan
10. (10) Markis Kido/Hendra Setiawan
17.(17) Angga Pratama/Ryan Agung Saputra
46. (46) Yohanes Rendy Sugiarto Yohanes/Afiat Yuris Wirawan
54. (54) Gideon Markus Fernaldi/Agripinna Prima Rahmanto Putra
62. (62) Andrei Adistia/ Christopher Rusdianto
64. (64) Ricky Karanda Suwardi/Muhammad Ulinnuha
73. (73) Fernando Kurniawan/ Wifqi Windarto
93. (93) Rahmat Adianto/Berry Anggriawan
94. (94) Rendra Wijaya/Rian Sukmawan
Ganda Putri :
9. (9) Greysia Polii/ Meiliana Jauhari
11. (11) Vita Marissa/ Nadya Melati
17. (17) Anneke Feinya Agustin/Nitya Krishinda Maheswari
33. (33). Della Destiara Haris/ Suci Rizky Andini
41. (41) Komala Dewi/Jenna Gozali
43. (42) Imawan Gebby Ristiyani/ Nuraidah Tiara Rosalia
89. (89) Anggia Shitta Awanda/Shella Devi Aulia
92. (92) Lita Nurlita/ Saralee Thoungthongkam [INA/THA]
Ganda Campuran :
4. (4) Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir
16. (16) Muhammad Rijal/Debby Susanto
22. (22) Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet
23. (23) Nova Widianto/ Vita Marissa
47. (47) Irfan Fadhilah/ Weni Anggraini
67. (67) Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati
91. (91) Muhammad Rizky Delynugraha/Richi Dili Puspita
94.(94) Ricky Widianto/Shendy Puspa Irawati
96. (96) Andhika Anhar/Nurvita Hanadia Keshya
99. (99) Putra Eka Rhoma/Aris Budiharti
100. (100) Indra Viki Okvana/Gustiani Megawati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar