Selasa, 28 Februari 2012

Kehamilan Remaja diluar Nikah

Remaja yang hamil di luar pernikahan akan menghadapi berbagai masalah psikologis, yaitu rasa takut, kecewa, menyesal dan rendah diri terhadap kehamilannya dan hal tersebut akan menjadi alasan untuk melakukan pengguguran( aborsi). Mereka berfikir aborsi pada kandungan memiliki resiko/efek yang lebih kecil bila dibandingkan dengan melanjutkan kehamilan. Padahal bila ditinjau dari dunia kesehatan resikonya sama besarnya. Keadaan ini akan menjadi rumit bila laki-laki yang menghamili tidak mau bertanggung jawab terhadap kehamilan tersebut sehingga derita hanya ditanggung sendiri dan keluarga. Keluarga pun akan merasa tidak mampu memberikan pendidikan moral bagi anak gadisnya.

Biasanya langkah yang akan dilakukan para orang tua saat mengetahui Kehamilan remaja di luar nikah akan memutuskan untuk segera ke pernikahan agar aib keluarga bisa tertutupi dan si anak punya rasa tanggung jawab terhadap apa yang telah mereka perbuat .Tetapi sebenarnya perkawinan yang dianggap dapat
menyelesaikan masalah kehamilan remaja ternyata malah memunculkan masalah baru seperti berikut ini ;


  • Putus sekolah sehingga pendidikannya terlantar,
  • Ketergantungan ekonomi pada orang tua akan menimbulkan stress (tekanan batin remaja khususnya bagi laki-laki )
  • Nilai gizi yang relatif rendah dapat menimbulkan berbagai masalah Kesehatan

Resiko pada kehamilan remaja lebih tinggi bila dibandingkan dengan kehamilan saat kurun waktu sehat (20-35 tahun). Keadaan ini disebabkan belum matangnya alat reproduksi untuk hamil, sehingga dapat merugikan kesehatan ibu maupun perkembangan janinnya. Keadaan ini akan makin menyulitkan bila ditambah dengan tekanan (stress) psikologis, sosial, ekonomi, sehingga memudahkan terjadi :
  • Keguguran ,Keguguran sebagian dilakukan dengan sengaja untuk menghilangkan kehamilan yang tidak dikehendaki. Perlu digaris bawah dan di blog yang tebal bila pengguguran ini dilakukan oleh tenaga non profesional atau dengan cara yang sebatas kita tahu maka akan meyebabkan kematian ibu, infeksi alat reproduksi (mempengaruhi kelangsungan reproduksi selanjutnya), bahkan kemandulan. 
  • Persalinan prematur, BBLR dan kelainan bawaan
  • Mudah terjadi infeksi
  • Anemia kehamilan
  • Keracunan kehamilan
  • Kematian ibu yang tinggi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar