Kamis, 19 Januari 2012

Liputan Khusus Tomas Uber 2012: Wahana Terapi dan Relaksasi Pelatnas Cipayung Kini Miliki Kolam Renang


Cedera yang selalu menghinggapi setiap atlit selalu menjadi momok tersendiri yang bisa menjadi penghalang atlit meraih prestasi. PBSI pun tak ingin atlit-atlitnya selalu dirudung cedera. Salah satu cara mengantisipasi cedera bisa dengan terapi berenang. Kini atlit-atlit Pelatnas Cipayung tak perlu lagi berenang keluar lingkungan pusat pelatihan. 

Pada acara pengukuhan Tim Thomas dan Tim Uber Indonesia, Menpora Andi Mallarangeng berkesempatan meresmikan kolam renang di kompleks PBSI Cipayung. 

''Kolam renang ini untuk kebutuhan penyembuhan bagi atlit yang cedera dapat dilakukan melalui terapi air yaitu kolam renang. Dalam sport science terapi air sangat mendukung baik untuk penyembuhan dan relaksasi,’’ ujar Andi. 

‘’Sehabis berlatih atlit-atlit bisa berenang sebagai relaksasi,’’ tambah Andi. 


Kolam renang berukuran 13 x 40 meter dan fasilitas renang yang ada senilai 3,6 miliar merupakan bantuan Kementerian Olahraga sebagai bentuk kepedulian pemerintah. Bulutangkis yang merupakan cabang olahraga unggulan yang selalu mengharumkan nama bangsa di mata dunia. 

Menpora juga akan tetap peduli dan mendukung PBSI untuk membina bulutangkis. Selain itu pemerintah juga akan menbantu pembangungan sarana aletik sintetik untuk keperluan latihan fisik. Sarana atletik sintetik ini akan mengurangi resiko cedera yang bisa terjadi saat latihan. 

Perkembangan bulutangkis saat ini sudah sedemikian pesat, tak bisa dihindari metode-metode pelatihan pun tidak bisa dilakukan dengan cara-cara lama. Atlit-atlit berprestasi tidak lahir dengan sendirinya tapi harus dibentuk sedemikian rupa dengan cara-cara yang modern yang menggunakan fasilitas lengkap mengikuti konsep sport science. Bulutangkis sebagai cabang olahraga unggulan yang kini selalu diharapkan meraih medali emas sudah saatnya memiliki sarana yang lengkap untuk mengejar prestasi. 

Untuk kebutuhan ini, Menpora Andi menyebutkan bahwa memang saat itu permohonan bantuan dari PBSI hanya memerlukan kolam renang. Namun untuk kedepan secara bertahap bisa direalisasikan jika ada permohonannya. Andi juga melihat bahwa area di pelatnas terbatas, ‘’Kolam renang sebenarnya tidak mengacu olimpyc size dengan panjang 50 meter. Tapi dengan ukuran 40 meter cukup membantu,’’ ungkap Andi. 

Tersedianya fasilitas renang bagi atlit di pelatnas Cipayung mendapat sambutan yang positif dari para undangan yang hadir. Salah satunya, Luluk Hadiyanto, mantan pebulutangkis nasional yang kini berkarir di Kementerian Olahraga setelah muengundurkan diri dari pelatnas Cipayung. 

‘’Saya ikut senang kini di pelatnas Cipayung tersedia kolam renang. Semoga ini bisa menjadi salah hal yang membantu adik-adik di pelatnas untuk meraih prestasi,’’ ungkap Luluk yang kini menimba ilmu di FISIP UI, Jakarta. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar